Minggu, 25 Mei 2008

Melawan Kekerasan

SERUAN SOLIDARITAS
MELAWAN KEKERASAN YANG DILAKUKAN PEMERINTAH
KEPADA MAHASISWA / AKTIVIS
PADA AKSI DAMAI MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM
DI SURABAYA, 24 MEI 2008
Surabaya, 24 Mei 2008
Aliansi Pembela Rakyat (APR) menyerukan hal sebagai berikut:
1. Pada 24 Mei 2008, para mahasiswa / aktivis melakukan aksi damai menolak keputusan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla (SBY – JK) yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
2. Pasukan Polisi di Surabaya telah menyerang aksi damai tersebut yang sedianya hendak membakar poster SBY – JK sebagai simbol ketidakpercayaan kepada pemerintahan SBY – JK karena keputusan yang menyengsarakan dan melukai perasaan rakyat tersebut.
3. Akibat serangan polisi kepada para mahasiswa / aktivis dalam aksi tersebut maka jatuh korban, yaitu:
Melly, mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, anggota PMII, menderita luka bakar.
Anisa Puji Lestari, mahasiswi Unair Surabaya, BEM Fisip Unair, menjadi korban pemukulan polisi.
Maryamah, mahasiswi IAIN Sunan Ampel Surabaya, anggota LMND, menjadi korban pemukulan polisi.
Didik Setyabudi alias Simon, mahasiswa IAIN Surabaya, anggota FMN, menderita luka bakar.
M. Darwis, mahasiswa Akademi Wartawan Surabaya (AWS), menderita luka bakar di tangan, punggung dan kaki.
Imron, mahasiswa Unair Surabaya, anggota PMII menderita luka di kaki (sobek).
Anggoro, anggota GSBI menderita luka di sekitar mata akibat pukulan polisi.
Rangga Bisma Aditya, mahasiswa Unair Surabaya, anggota BEM Fisip Unair, menderita luka sekitar mata akibat pemukulan polisi.
Iswandi Saputra, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, anggota SRMI, menderita luka-luka akibat pukulan dan tendangan polisi.
Para korban tersebut dipukuli dengan popor senjata, dan yang terluka bakar akibat serangan polisi sehingga bensin tertumpah terbakar api saat peserta aksi akan membakar poster SBY – Kalla yang mereka bawa sendiri.
Korban lainnya belum kami ketahui.
Seruan:
  1. Kami menyeru agar para advokat yang peduli bersedia memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada gerakan moral di seluruh Indonesia yang menentang keputusan pemerintah menaikkan harga BBM yang tidak memihak rakyat dan hanya menguntungkan korporasi penguasa migas di negara ini.
  1. Gerakan perlawanan tersebut harus dilanjutkan secara terus-menerus dan semakin merapatkan barisan serta agar setiap orang / organisasi / perkumpulan turut andil dalam gerakan damai untuk melawan kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah kepada para mahasiswa / aktivis.
  1. Kita tidak akan berhenti dan akan terus-menerus semakin membesarkan gerakan untuk memperbaiki keadaan negara yang semakin parah akibat kepengurusan negara yang tidak adil dan memihak korporasi-korporasi asing.
  1. Setiap orang / organisasi / perkumpulan agar menyatukan langkah dan perjuangan untuk menuju pada reformasi yang sejati setelah 10 tahun reformasi terbukti gagal.

APR

Subagyo
Jurubicara
Tlp 081615461567

1 komentar:

bagopsrestatng mengatakan...

Yaaa Kalian yang salah...klo gak mau kebakar yaa jangan main api....resiko main api yaa kebakar...gimana sih...

Klo gak mau ada korban mendingan yang bagian bakar-bakaran pemain debus aja....pasti gak bakal ada korban....

Sesungguhnya Demo rusuhlah yang diinginkan para pendemo..! IYA KAN..?? [Tanya kenapa]

Yaaa biar terekspos....apalagi klo ada korban...beuh...makin heboh dah...

BENER KAN...???